Perbedaan antara Wali Allah yang Keramat dan Wali Setan yang Terlaknat
Open Sample PDF
Purchase Options
Citation Tools
Download BibTeXDownload RIS

Taymiyyah, Ibn. 2025. Perbedaan antara Wali Allah yang Keramat dan Wali Setan yang Terlaknat. Diterjemahkan oleh Imam Ghazali Said. PT. Isyraq Annur Media.

Perbedaan antara Wali Allah yang Keramat dan Wali Setan yang Terlaknat

Diterjemahkan olehimam ghazali said

ISBN

978-623-10-8227-5

Published

2025

Pages

300

Format

Print

Abstract

Buku ini adalah pemikiran Ibn Taymiyyah tentang kewalian, sebuah konsep yang kerap disalahpahami dan diselewengkan. Dengan landasan kuat dari al-Qur’ān dan hadis, ia membedakan antara wali Allah, yaitu mereka yang beriman, bertakwa, dan mengikuti ajaran Nabi Muḥammad ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam dengan wali setan, yang meskipun tampak memiliki keistimewaan atau keajaiban, sejatinya menyimpang dari tauhid dan syariat.
Dalam empat belas pasalnya, Ibn Taymiyyah membongkar klaim-klaim kewalian yang tidak memiliki dasar dalam Islam, menjelaskan bagaimana fenomena luar biasa seperti karāmah bisa menjadi alat kebenaran atau justru tipu daya setan. Ia juga menguraikan hubungan manusia dengan jin dan menjelaskan bagaimana seseorang bisa menjadi hamba Allah yang sejati atau sekutu setan yang menyesatkan.
Apakah semua orang yang memiliki keajaiban adalah wali Allah?
Bagaimana membedakan antara kekeramatan sejati dan tipuan setan?
Adakah wali yang lebih tinggi derajatnya daripada Nabi?
Buku ini adalah panduan penting bagi siapa saja yang ingin memahami hakikat kewalian dan membedakan antara kebenaran dan kesesatan serta perbedaan antara cahaya auhid dan bayang-bayang kebatilan.

Table of Contents

  • 01.Tinjauan Global terhadap Pemikiran Ibn Taymiyyah tentang Walī Allāh
  • Biografi Ibn Taymiyyah (Taqī al-Dīn Aḥmad ibn ʿAbd al-Ḥalīm ibn ʿAbd al-Salām al-Numayrī al-Ḥarrānī)
  • Problem Walī Allāh dan Walī al-Shayṭān menurut Ibn Taymiyyah
  • 02.Kata Pengantar
  • 03.Pasal-Pasal Utama
  • 04.Pasal I: Wājib Membedakan antara Walī Allāh dan Walī al-Shayṭān
  • 05.Pasal II: Īmān Berpadu dengan Nifāq
  • 06.Pasal III: Tingkatan Walī Allāh
  • 07.Pasal IV: Koreksi terhadap Pendapat aliran Muʿtazilah dan Murji’ah tentang Pengampunan Dosa
  • 08.Pasal V: Tinggi-Rendahnya Derajat Kewalian tergantung atas Īmān dan Taqwā
  • 09.Pasal VI: Manifestasi Īmān dalam Derajat Kewalian
  • 10.Pasal VII: Syarat-syarat Walī Allāh
  • 11.Pasal VIII: Derajat Kewalian tidak perlu Ditampakkan
  • 12.Pasal IX: Seorang Walī tidak Disyaratkan Maʿṣūm (Jauh dari Dosa)
  • 13.Pasal X: Ḥaqīqah dan Sharīʿah
  • 14.Pasal XI: Koreksi terhadap Komentar Fīlosof dan Kaum Ṣūfī tentang Derajat Kewalian
  • 15.Pasal XII: Kekaburan antara Ḥaqīqah Īmān dan Ḥaqīqah Kadar Alam
  • 16.Pasal XIII: Hubungan Irādah Allāh terhadap Agama dan Cosmos (ʿĀlam)
  • 17.Pasal XIV: Cuplikan Kekeramatan para Walī
  • 18.Pasal XV: Rasūlullāh diutus kepada Manusia dan Jinn
Digital Preview

Pratinjau Buku

Lihat cuplikan isi buku secara langsung. Jika pratinjau tidak memuat, gunakan tombol buka di jendela baru.

Buka Pratinjau PDFPratinjau terbuka di penampil PDF perangkat Anda.