
Said, Imam Ghazali. 2025. Manasik Haji dan Umrah Rasulullah ﷺ Fikih Berdasarkan Sirah dan Makna Spiritualnya (Edisi III). PT. Isyraq Annur Media.
Manasik Haji dan Umrah Rasulullah ﷺ Fikih Berdasarkan Sirah dan Makna Spiritualnya (Edisi III)
imam ghazali said
ISBN
978-634-04-7168-7
Published
2025
Pages
312
Format
Abstract
Secara global ibadah dalam Islam, waktu, tempat dan caranya harus berpedoman pada ketentuan teks Alquran dan penjelasan al-Sunah. Berbeda dalam menafsirkan dan memahami teks-teks dua sumber pokok tersebut, itu soal biasa, alami dan dapat diterima. Inilah realita yang terjadi di kalangan kaum Muslim, karena kreasi dan inovasi (ijtihad) dianggap sebagai sarana yang absah dalam memahami, kemudian menetapkan status hukum suatu tindakan manusia yang terkena beban hukum (af’al al-mukallafin). Ibadah salat dan haji praktiknya paling minimal menggunakan sarana ijtihad. Ketentuan waktu, tempat dan cara dua ibadah ini secara gamblang dan jelas termaktub dalam petunjuk Alquran dan penjelasan al-sunah. Dalam konteks inilah Nabi . bersabda : ‚Salatlah seperti Anda melihat diri saya salat dan ambillah cara haji (manasik) Anda dari aku Dua hadis ini menunjukkan bahwa cara dan teknis formal salat dan haji sudah final dan lengkap, tinggal meniru Nabi, dan tak perlu ada ijtihad
Table of Contents
- 01.Bagian Pertama – Prolog
- 02.Bagian Kedua – Manasik pada Masa Nabi Ibrahim hingga Abu Bakar
- 03.Bagian Ketiga – Rute Perjalanan Haji Rasulullah ﷺ
- 04.Bagian Keempat – Tawaf, Sai, dan Tahalul
- 05.Bagian Kelima – Wukuf di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Rangkaian Manasik
- 06.Bagian Keenam – Pembaharuan Cara Haji dan Pesan Moral
- 07.Bagian Ketujuh – Umrah Sunah, Badal Haji, Problem Hadyu, dan Fatwa Haji Tanpa Taṣrīḥ
Pratinjau Buku
Lihat cuplikan isi buku secara langsung. Jika pratinjau tidak memuat, gunakan tombol buka di jendela baru.
